Published on: 15 Oktober 2025

Agar kehadiran sosial media benar-benar memberikan dampak positif bagi pertumbuhan bisnis, UMKM perlu menerapkan strategi yang tepat. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan sosial media untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan UMKM:
Tidak semua platform cocok untuk setiap jenis bisnis. Misalnya, bisnis kuliner dan fashion lebih cocok menggunakan Instagram dan TikTok karena sifatnya yang visual, sedangkan usaha jasa atau B2B mungkin lebih efektif di LinkedIn atau Facebook. Menentukan platform yang sesuai akan membantu UMKM fokus dalam menciptakan konten yang relevan dengan target audiens.
Konsistensi adalah kunci dalam membangun brand di sosial media. Gunakan logo, warna, gaya bahasa, dan tone komunikasi yang sama di semua platform agar bisnis mudah dikenali. Buat juga konten yang mencerminkan nilai dan keunikan dari brand tersebut.
Konten yang hanya berisi promosi produk akan cepat membuat audiens bosan. Oleh karena itu, UMKM perlu menyajikan konten yang bermanfaat dan menghibur, seperti tips penggunaan produk, tutorial, behind the scene, atau cerita inspiratif dari perjalanan usaha. Konten seperti ini dapat meningkatkan engagement sekaligus memperkuat hubungan dengan audiens.
Bekerja sama dengan influencer lokal atau micro-influencer bisa menjadi cara efektif untuk menjangkau audiens baru. Mereka memiliki pengikut yang loyal dan cenderung mempercayai rekomendasi dari sosok yang mereka ikuti. Kolaborasi ini tidak harus mahal; bahkan banyak influencer yang bersedia bekerja sama dengan sistem barter produk.
Keberhasilan strategi sosial media tidak bisa diukur hanya dari jumlah pengikut. UMKM perlu rutin memantau kinerja akun dan konten melalui data analitik untuk mengetahui jenis konten apa yang paling disukai, waktu posting terbaik, dan tingkat konversi yang dihasilkan. Dari situ, pelaku usaha dapat memperbaiki dan mengoptimalkan strategi promosi ke depannya.